Alat uji kekerasan Vickers menggunakan indentor berlian, yang ditekan ke permukaan sampel di bawah gaya uji tertentu. Lepaskan gaya uji setelah mempertahankan waktu yang ditentukan dan ukur panjang diagonal lekukan, kemudian nilai kekerasan Vickers (HV) dihitung sesuai dengan rumus.
Efek dari kepala yang menekan ke bawah
- Menerapkan gaya uji: Proses penekanan kepala ke bawah merupakan langkah kunci untuk mentransfer gaya uji yang telah ditetapkan (seperti 1kgf, 10kgf, dll.) ke permukaan material yang diuji melalui indentor.
- Membentuk lekukan: Tekanan menyebabkan indentor meninggalkan lekukan berlian yang jelas pada permukaan material, dan kekerasan dihitung dengan mengukur panjang diagonal lekukan tersebut.
Operasi ini banyak digunakan dalam pengujian kekerasan material logam, lembaran tipis, lapisan, dll., karena memiliki rentang gaya uji yang luas dan lekukan yang kecil, sehingga cocok untuk pengukuran presisi.
Sebagai desain struktur umum penguji kekerasan Vickers (berbeda dengan tipe meja kerja yang meninggi), keunggulan dari "penekanan kepala ke bawah" adalah rasionalitas logika pengoperasian dan struktur mekanis, detailnya sebagai berikut,
1. Pengoperasian lebih nyaman, sesuai dengan kebiasaan manusia-mesin.
Pada desain penekan kepala ke bawah, operator dapat langsung meletakkan sampel pada meja kerja tetap, dan menyelesaikan kontak serta pemuatan indentor dengan kepala ke bawah, tanpa perlu sering menyesuaikan ketinggian meja kerja. Logika operasi "dari atas ke bawah" ini lebih sesuai dengan kebiasaan operasi konvensional, terutama ramah bagi pemula, dapat mengurangi langkah-langkah membosankan dalam penempatan dan penyelarasan sampel, serta mengurangi kesalahan operasi manusia.
2. Stabilitas beban yang lebih kuat, akurasi pengukuran yang lebih tinggi
Struktur penekan kepala biasanya mengadopsi mekanisme pemuatan yang lebih kaku (seperti batang sekrup presisi dan rel pemandu). Saat menerapkan gaya uji, vertikalitas dan kecepatan pemuatan indentor lebih mudah dikontrol, yang secara efektif dapat mengurangi getaran mekanis atau pergeseran. Untuk material presisi seperti lembaran tipis, lapisan, dan komponen kecil, stabilitas ini dapat menghindari deformasi indentasi yang disebabkan oleh pemuatan yang tidak stabil dan secara signifikan meningkatkan akurasi pengukuran.
3. Adaptabilitas sampel yang lebih luas
Untuk sampel berukuran lebih besar, berbentuk tidak beraturan, atau berbobot lebih berat, desain meja kerja dengan posisi kepala di bawah tidak memerlukan meja kerja yang mampu menahan beban berlebihan atau batasan ketinggian (meja kerja dapat dip фиксиasi), dan hanya perlu memastikan bahwa sampel dapat diletakkan di atas meja kerja, yang lebih "toleran" terhadap sampel. Desain meja kerja yang meninggi mungkin terbatas oleh daya dukung beban dan jangkauan angkat meja kerja, sehingga sulit untuk beradaptasi dengan sampel yang besar atau berat.
4. Pengulangan pengukuran yang lebih baik
Metode pemuatan yang stabil dan proses pengoperasian yang mudah dapat mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh perbedaan pengoperasian manusia (seperti penyimpangan penyelarasan saat mengangkat meja kerja). Saat mengukur sampel yang sama beberapa kali, kondisi kontak antara indentor dan sampel lebih konsisten, pengulangan data lebih baik, dan keandalan hasil lebih tinggi.
Kesimpulannya, alat uji kekerasan Vickers tipe head-down memiliki lebih banyak keunggulan dalam hal kemudahan penggunaan, stabilitas, dan kemampuan adaptasi dengan mengoptimalkan logika pengoperasian dan struktur mekanisnya, dan sangat cocok untuk pengujian material presisi, pengujian berbagai jenis sampel, atau skenario pengujian frekuensi tinggi.
Waktu posting: 16 Juli 2025

