Saat menggunakan alat pemotong metalografi presisi untuk memotong benda kerja, perlu memilih mata pisau yang sesuai dengan sifat material benda kerja berdasarkan perbedaan jenis materialnya, agar dapat mencapai hasil pemotongan yang efisien. Di bawah ini, kita akan membahas pemilihan mata pisau dari tiga perspektif:
1. Pemilihan Berdasarkan Sifat Material
1) Untuk material logam seperti baja, besi, dan paduan, sebaiknya digunakan mata pisau pemotong yang diikat resin. Ketebalannya biasanya antara 1-2 mm, yang cocok untuk pemotongan material logam seperti baja keras secara efisien. Zona yang Terpengaruh Panas (Heat-Affected Zone/HAZ) juga dapat diaplikasikan untuk skenario pemotongan presisi seperti analisis metalografi. Selain itu, kerusakan akibat pemotongan dapat dikurangi secara efektif dengan menyesuaikan laju umpan.
2) Untuk material non-logam yang rapuh seperti keramik dan kaca, diperlukan mata pisau pemotong berlian. Mata pisau ini memiliki kekerasan butiran yang tinggi dan konduktivitas termal yang baik, yang dapat mengurangi risiko kerusakan termal.
3) Dalam industri semikonduktor, sirkuit terpadu, dan PCB, mata pisau pemotong berlian presisi ultra tipis banyak digunakan untuk kontrol kualitas dan analisis kegagalan.
2. Pemilihan Berdasarkan Persyaratan Permukaan Pemotongan dan Persyaratan Efisiensi
1) Jika benda kerja tidak memerlukan deformasi dan kebersihan permukaan yang tinggi, pilihlah mata pisau pemotong yang tipis (ketebalan: 0,3-1,0 mm). Mata pisau ini mengurangi lapisan kerusakan akibat pemotongan dan mempermudah proses penggerindaan selanjutnya.
2) Jika dibutuhkan kecepatan dan efisiensi pemotongan yang tinggi, pilihlah mata pisau pemotong yang tebal (ketebalan: 1,2-3,0 mm). Mata pisau ini memiliki kekakuan yang tinggi, tidak mudah patah, dan cocok untuk pemotongan dalam jumlah besar.
3. Pemilihan Berdasarkan Kekerasan Benda Kerja
Kekerasan benda kerja secara langsung menentukan pemilihan material mata pisau pemotong. Sementara itu, perlu mempertimbangkan persyaratan yang telah disebutkan sebelumnya untuk mata pisau tipis atau tebal (berdasarkan kualitas/efisiensi permukaan). Semakin tinggi kekerasan benda kerja, semakin tahan aus dan kaku mata pisau pemotong yang dibutuhkan.
1) Benda kerja dengan kekerasan tinggi (>HRC 50, misalnya, baja yang dikeraskan, karbida semen, baja karbon tinggi)
Mata pisau pemotong yang sesuai: Mata pisau pemotong berlian atau mata pisau pemotong boron nitrida kubik (CBN).
Ketebalan yang direkomendasikan: Prioritas diberikan pada mata pisau yang tebal (1,2-3,0 mm). Mata pisau ini memiliki kekakuan dan ketahanan aus yang tinggi, yang dapat mencegah keretakan selama pemotongan. Benda kerja dengan kekerasan tinggi cenderung menyebabkan mata pisau biasa cepat aus, sehingga material tahan aus dapat memastikan efisiensi pemotongan; struktur yang tebal cocok untuk pemotongan beban tinggi.
2) Benda kerja dengan kekerasan sedang (HRC 30-50, misalnya, baja karbon biasa, besi cor, baja tahan karat)
Mata pisau pemotong yang sesuai: Mata pisau pemotong berlian berikat resin atau mata pisau pemotong alumina berkualitas tinggi.
Ketebalan yang direkomendasikan: Pilihan fleksibel — pilih mata pisau tipis (0,3-1,0 mm) untuk kebersihan permukaan yang tinggi, atau mata pisau tebal (1,2-3,0 mm) untuk pemrosesan massal. Karena kekerasan materialnya sedang, mata pisau pemotong tahan aus biasa dapat memenuhi kebutuhan pemotongan, dan mata pisau tipis/tebal dapat disesuaikan sesuai dengan kualitas permukaan atau persyaratan efisiensi.
3) Benda kerja dengan kekerasan rendah (<HRC 30, misalnya, paduan aluminium, tembaga, plastik, kayu)
Mata pisau pemotong yang sesuai: Mata pisau pemotong alumina biasa atau mata pisau pemotong berlian tipis.
Ketebalan yang direkomendasikan: Prioritas diberikan pada mata pisau tipis (0,3-0,8 mm); mata pisau 1,0 mm dapat dipilih untuk beberapa material. Benda kerja dengan kekerasan rendah rentan terhadap adhesi pahat dan deformasi; mata pisau pemotong tipis mengurangi area kontak, menghindari adhesi pahat dan kerusakan benda kerja. Material mata pisau pemotong biasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemotongan.
Catatan Akhir untuk Pemilihan Mata Pisau Pemotong:
Efek pemotongan dan masa pakai mata pisau pemotong serbaguna akan menurun secara signifikan bila digunakan pada material tertentu.
Mata pisau pemotong harus dipilih sesuai dengan konfigurasi mesin pemotong metalografi yang digunakan. Misalnya, sebisa mungkin hindari penggunaan mata pisau pemotong yang tebal pada mesin pemotong berdaya rendah, karena hal ini dapat dengan mudah menyebabkan beban berlebih pada motor atau kerusakan mata pisau pemotong.

Waktu posting: 12 November 2025

